2015/01/03

Misteri Sholat Subuh (oleh DR. Raghib As-Sirjani)

(Diambil dari buku 'Misteri Solat Subuh' karangan DR. Raghib As-Sirjani).

      Shalat Subuh (berjamaah) merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia, akan padam. Matahari akan digulung dan bintang-bintang pun berjatuhan, sebagaimana firman Allah:
"Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan." (At-Takwir: 1-2).
       Manusia dibangkitkan dalam keadaan gelap gulita. Gelap berlipat ganda. Saat itu, manusia sangat membutuhkan cahaya supaya bisa meraba jalannya, agar bisa melewati kumpulan manusia yang sangat banyak jumlahnya. Tatkala melewati Sirath (jembatan di akhirat), cahaya sangat dibutuhkan. Sirath ini sangat mengerikan, tidak akan ada yg bisa melewati, kecuali orang-orang yang dikehendaki-Nya.
       Rasulullah menggambarkan keadaan manusia saat melewati Sirath dengan sabdanya:
        "Yang pertama kali lewat di antara kalian bagaikan kilat," Abu Hurairah bertanya, "Apa maksud 'yang berjalan seperti kilat' itu?" Beliau menjawab, "Tahukah kamu bagaimana kilat pergi dan datang dalam sekejap mata?" Lalu beliau melanjutkan,
        "Kemudian (ada yang) berjalan seperti angin, kemudian seperti burung dan kendaraan. Perjalanan mereka sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian berdiri di atas Sirath seraya berkata, "Ya Allah selamatkan ....., selamatkan .....' sampai amal perbuatan seorang hamba yang lemah, sehingga datang seorang laki-laki yang tidak bisa berjalan kecuali dengan merayap. Dan pada kedua sisi Sirath terdapat anjing yang terikat, yang diperintahkan untuk menyerang siapa saja yang melewatinya. Maka siapa yang berjalan dengan tegak akan selamat, dan yang tertatih-tatih akan masuk neraka."
         Kemudian Abu Hurairah berkata, "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya dasar neraka jahanam itu dalamnya tujuh puluh kaki." (HR. Muslim).
         Pada hari yang sangat berat itu, Allah hanya memberikan cahaya kepada orang-orang muslim. Awalnya, diberikan kepada semua orang yang menyatakan Islam ketika di dunia. Namun, sebagian dari mereka akan menjadi munafik, yang hanya berbicara dengan lisan tetapi hatinya sebenarnya mengingkari. Sehingga apabila semua sudah mendekati Sirath, Allah hanya akan memberikan cahaya itu kepada orang-orang yang benar-benar mukmin saja. Ini dilukiskan dalam lebih dari satu hadits shahih, lebih jelasnya digambarkan Allah dalam kitab-Nya:
         "(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang yang beriman, 'Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu'. Dikatakan (kepada mereka), 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)'. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu, di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya terdapat siksa.
          Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata, 'Bukankah kami dahulu bersama sama dengan kamu.' Mereka menjawab, 'Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu." (Al Hadid 12-14).
           Darimana orang-orang mukmin mendapatkan cahaya agung pada hari yang sangat gelap itu? Cahaya itu amal perbuatan mereka yang banyak ketika di dunia. Cahaya itu adalah janji Allah sebagai balasan bagi amal-amal mereka. Di antara amalan ini adalah: shalat Subuh berjama'ah.
           "Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat." ( HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
            'Orang yang banyak berjalan' maksudnya adalah mereka yang membiasakan diri melaksanakan keutamaan yang besar ini.
            'Kegelapan' maksudnya: shalat Isya dan shalat Subuh.
            Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga shalat Subuh berjama'ah. Artinya Dia tidak akan mencabut cahaya tersebut di mana saja, dan tidak akan mengambilnya ketika melewati Shirath Al-Mustaqim. Dia akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, insya Allah.
            Tidak diragukan lagi, cahaya bagi orang yang beriman di hari kiamat berbeda-beda. Tidak semua mukmin mendapat cahaya seperti mukmin yang lain. Kadar cahaya disesuaikan dengan amalan mereka. Di sinilah amalan shalat Subuh berperan. Allah akan memberikan cahaya sempurna bagi orang beriman karena shalat Subuh di hari kiamat kelak.
             Pernah, salah seorang penguasa Yahudi menyatakan, bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Yakni bila jumlah jama'ah sholat Subuh mencapai jumlah jama'ah sholat Jum'at.
             "Dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." -(Al Isra:78).

Note: keutamaan ini  (shalat Subuh berjamaah di mesjid) berlaku untuk laki-laki muslim baligh. Adapun wanita, mendapatkan pahala yang sama dengan melaksanakan shalat Subuh di rumah (diriwayatkan oleh Abu Dawud).

Posted via Blogaway

Posted via Blogaway

Posted via Blogaway